Gladi Resik Prajurit Keraton Menyambut Grebeg Syawal 2018

Pasukan prajurit Keraton Yogyakarta melakukan gladi resik pengamanan upacara tradisional Grebeg Syawal di Keraton Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Minggu (10/6/2018). Upacara tradisional Grebeg Syawal ini dilaksanakan untuk menyambut 1 Syawal 1439 Hijriah yang bertepatan dengan Idul Fitri 2018.

Setiap memasuki bulan Syawal, Kasultanan Ngayogyakarta mengadakan ritual sedekah bumi yang disebut dengan Grebeg Syawal.

Ritual Grebeg ini hanya diadakan setahun tiga kali. Grebeg pertama dilakukan saat Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai akhir dari pesta rakyat, Sekaten, disebut Grebeg Mulud. Kedua, saat memasuki bulan Syawal, sebagai ungkapan terimakasih karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa, disebut Grebeg Pasa atau Grebeg Syawal. Dan ketiga, pada saat Idul Adha, disebut Grebeg Besar.

Tradisi ini tidak lepas dari masuknya pengaruh Islam di tanah Jawa. Pada ritual Grebeg inilah rakyat bisa menyaksikan prajurit keraton dari dekat, terutama saat mereka mengawal Gunungan.

Sebelum mengawal prosesi terlebih dulu di lakukan dengan cara baris berbaris dengan membunyikan trompet seruling dan dram.

Masyarakat Yogyakarta sudah sangat mengenal dengan yang namanya prajurit Keraton ‘bregodo’. Dalam setiap hari besar Islam atau Jawa pasukan ini selalu muncul dalam barisan. Dalam Gladi Resik sore hari prajurit di bagi kedalam 10 kelompok yakni Prajurit Wirobrojo, Prajurit Ndaeng, Prajurit Patang Puluh, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Prawirotomo, Prajurit Nyutro, Prajurit Ketanggun, Prajurit Mantri Rejo, Surokarso (Kepatihan), dan Prajurit Bugis.

Menyambut Grebeg Syawal, akan dilaksanakan beberapak kegiatan, yakni

Selasa, 12 Juni pukul 15.00-16.00 WIB : Numplak Wajik, bertempat di Panti Parengen
Kemagangan

Jumat, 15 Juni pukul 07.00- 11.00 WIB : Pelaksanaan Grebeg Syawal
pukul 09.30-15.00 WIB : Ngebekten Kakung,
bertempat di Bangsal Kencana

Sabtu, 16 Juni  pukul 09.30-15.00 WIB : Pelaksanaan Ngebekten Putri,
bertempat di Tratag Bangsal Prabayekso-
Bangsal Pengapit.

Sayangnya acara pada tanggal 15 dan 16 Juni tertutup untuk  umum. Wisata kunjungan keraton pun di tutup pada tanggal 15 dan 16 Juni, akan buka kembali pada tanggal Minggu, 17 Juni 2018.

Penulis & Editor : Ghea

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *