DEBAT PUBLIK PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA SELATAN “Meningkatkan Daya Saing Untuk Kesejahteraan)

Debat Publik ke 2 Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2018 di Hotel Wyndham, Palembang Sumatera Selatan

Untuk kedua kalinya 4 Pasangan Calon dalam pemilihan Gubernur Sumatera Selatan yaitu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur No. 1 (H. Herman Deru-Ir. H Mawardi Yahya), Paslon No. 2 (H. Saifudin aswari Riva’i, SE-H. M Irwansyah, S.Sos, M. Si), Paslon No. 3 (Ir. H Ishak Mekki, MM-Yudha Pratomo, M. Sc., Ph. D) dan Paslon No. 4 (Dodi Reza Alex Noerdin, Lie, Econ, MBA-H. M Giri Ramanda N Kiemas, SE., MM) beradu gagasan untuk menjadikan Provinsi Sumatera Selatan yang mampu berdaya saing dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Debat Publik kedua (Kamis 21 Juni 2018) yang diadakan di Hotel Wyndham, Palembang Sumatera Selatan dimulai tepat pada pukul 19.30 WIB. Adapun tema dalam debat publik tersebut adalah “Meningkatkan Daya Saing Untuk Kesejahteraan”.  Empat orang panelis yang menggali lebih dalam terkait visi dan misi ke empat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur antara lain adalah Prof. Dr. H Didi Susetyo, SE., M. Si (Pakar Ekonomi Pembangunan), Prof. Dr. Ir. Erika Buchari M. Sc (Pakar Transportasi), Prof. Dr. R Siti Zuhro MA (Pakar Pemerintahan dan Otonomi Daerah), dan Prof Amzulian Rifai, S. H, LLM., Ph. D (Ketua Ombudsman RI).

Dalam debat publik yang berlangsung ramai dengan seruan dan yel-yel dari pendukung tiap-tiap paslon sangat riuh pada saat sesi debat dimulai. Keempat  Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur sukses menyampaikan visi dan misi program pemerintahan yang dijanjikan dalam debat publik kedua untuk meyakinkan masyarakat Provinsi Sumatera Selatan memilih mereka. Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur No. 1 (Herman Deru- Mawardi Yahya) dengan Jargon “Bersatu Sumsel Maju” mengusung visi ingin membangun ekonomi berbasis kerakyatan. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan ekonomi kerakyatan dalam sektor pertanian dengan membangun irigasi, pembangunan hilirisasi indusri perkebunan kelapa sawit dan karet. Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur No. 2 (Saifudin Aswari Riva’i, SE- Irwansyah) dengan jargon “Sumsel Baru, Berprestasi dan Maju” meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel melalui program pro rakyat”  dilakukan dengan membuat program OKE OCE Kito yang mengikuti program yang diterapkan di DKI Jakarta. Paslon No 3 (Ishak-Yudha) dengan jargon Sumatera Selatan Lebih Baik” menyampaikan visi pemerataan pembangunan dan peningkatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang pertumbuhan ekonomi. Paslon No 4 (Dodi Reza-Giri Ramanda) dengan jargon”Ayi Sumsel Memanggil Kita” dengan program dua tahun bisa. Paslon ini yakin pada tahun 2023 Sumsel menjadi Provinsi yang unggul dan terdepan. Program yang akan dijalankan adalah berobat, sekolah dan kuliah gratis, pemerataan pendapatan petani dan lapangan kerja seluas-luasnya dapat dicapai dalam program dua tahun bisa.

Di akhir sesi debat keempat pasangan calon menyampaikan closing statement untuk mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 27 Juni Tahun 2018 serta menolak money politik dan politisasi SARA hal ini menjadi komitmen keempat paslon untuk menjadikan Pilgub Sumsel sebagai satu cara yang paling demokratis dalam menemukan gubernur yang sesuai dengan hati nurani rakyat. Sukseskan Pilkada Serentak Sumsel dengan menggunakan hak pilih dan tolak money politik serta politisasi SARA.

Penulis : Anton 30055158

Editor : Clara 30055080

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *