GARPU “Geruduk” Kantor Bawaslu Sumsel

Gejolak massa pasca sebuah kontestasi politik adalah sebuah hal yang wajar dan lumrah. Baik karena euforia demokrasi, tidak puas dengan hasil, ataupun adanya dugaan pelaksanaan yang tidak sesuai sebagaimana mekanisme yang telah ditetapkan.

Hal seperti  juga terjadi di Sumatera Selatan, 3 Juli 2018 sekitar 250an massa yang mengatasnamakan GARPU (Gerakan Rakyat Anti Politik Uang) yang menggeruduk kantor Bawaslu Sumatera Selatan untuk menuntut diskualifikasi paslon Calon Bupati Lahat nomor urut 2 Cik Ujang Haryanto yang diduga melakukan praktik politik uang.

Massa aksi menggelar orasi sejak pukul 14.00 WIB di Jalan Opi Raya, depan kantor Bawaslu  Sumatera Selatan yang sebelumnya sudah dipasang kawat berduri dijaga ratusan aparat kepolisian. Aksi ini terpantau berjalan damai dan tertib. Massa terus berorasi, bernyanyi, dan meneriakkan yel-yel dipandu orator aksi sambil menunggu perwakilan rekannya yang menyampaikan laporan di dalam kantor Bawaslu. Perlu untuk diketahui bahwa laporan serupa sudah disampaikan ke Panwaslu Kabupaten Lahat beberapa hari silam.

Junaidi, Ketua Bawaslu Sumatera Selatan menyatakan telah menerima laporan dari Panwaslu Kabupaten Lahat pada tanggal 29 juni 2018 dan dikaji pada tanggal 30 juni 2018. Dari hasil kajian Bawaslu Sumsel, secara formil laporan sudah lengkap tapi tidak memenuhi secara materiil karena tidak memenuhi sebaran 50% kecamatan, jumlah kecamatan di Lahat ada 24 kecamatan berarti harus minimal ada 12 kecamatan sedangkan berkas gugatan yang bisa diterima hanya 11 kecamatan. Untuk mengkonfirmasi berkas yang dimiliki Bawaslu Sumsel dan penggugat, malam ini direncanakan akan disandingkan data yang dimiliki Bawaslu dan penggugat melalui kuasa hukumnya.

Parhan Berza, Cawabup Lahat nomor urut 3 yang tadi siang mewakili massa menyampaikan laporan ke Bawaslu Sumsel mengungkapkan Bawaslu mengambil keputusan menolak laporan secara sepihak, selanjutnya dia akan menyandingkan data yang dimilikinya melalui kuasa hukumnya dengan data yang dimiliki Bawaslu Sumsel malam ini.

Sore hari sekitar pukul 17:30 massa membubarkan diri dengan tertib. Aparat keamanan pun tampak mulai meninggalkan Kantor Bawaslu Sumatera Selatan. Hingga berita ini diturunkan, belum tampak kuasa hukum penggugat mendatangi Bawaslu seperti yang direncanakan sebelumnya. Rizal30055134

11 thoughts on “GARPU “Geruduk” Kantor Bawaslu Sumsel

  1. Apapun hasilnya bisa saling diterima oleh pihak-pihak yang terlibat asalkan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Semangat BAWASLU dalam mengawasi pesta demokrasi yang sedang dilakukan!

  2. Semoga berjalan tertib dan damai, menang dan kalah adalah suatu hal yang wajar dalam sebuah kontestasi. Semoga pihak yang menang menjalankan amanatnya dengan baik dan pihak yang kalah bisa menerima dengan lapang dada. #vforpeace

  3. Bawaslu harus ttp independent jangan mau kalah, baik kalah dengan partai dan rezim maupun kalah dengan oknum bermaksud negatif. Laksanakan demokrasi yang adil

  4. Semangat BANWASLU dalam menjaga aturan yang ada di pilkada kali ini. Semoga perkaranya cepat selesai dan tidak ada kekerasan didalam penyelesaiannyaa

  5. Semoga BAWASLU dapat netral dan tidak ada lagi yang berusaha mencederai demonstrasi. 🙂

  6. Semua itu sudah hasil dari voting bersama terima sajalah hasilnya itulah yang terbaik menurut mereka untuk dijadikan pemimpin. Bukan semata mata untuk men-support money politic tapi semua ini adalah bagaimana kita menyikapi setiap hasil yang memang sudah menjadi keputusan bersama. Tetap semangat BAWASLU dan terus kawal setiap kejadian terkait pilkada serentak ini berjalanlah sesuai aturan dan hukum yang ada insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *