Warga Bara-Baraya Gelar Aksi Solidaritas di Pengadilan Negeri Makassar, Ini Tuntutannya


Nusantararesearch.com – Sekitar 50 orang dari berbagai elemen masyarakat termasuk warga kelurahan Bara-Baraya dan mahasiswa melakukan aksi solidaritas penolakan penggusuran warga Bara-Baraya di depan Pengadilan Negeri Makassar, Jl. Kartini, Kota Makassar, Selasa siang (3/7).

Peserta aksi menggelar spanduk bertuliskan “Warga Bara-Baraya Tetap Berjuang Menolak Penggusuran Tanah Bara-Baraya” dan “Fakta Hukum Membuktikan Tanah Milik Warga Bukan Milik Penggugat”.

Aksi ini dilatarbelakangi oleh adanya gugatan dari Nurdin Dg. Nombong yang hendak mengosongkan lokasi tanah milik warga, yang terletak di luar lokasi Asrama TNI Bara-Baraya. Warga menyatakan bahwa tanah yang ada di luar lokasi Asrama TNI Bara-Baraya itu adalah tanah milik warga seutuhnya, bukan milik penggugat.

Warga pun mempunyai surat-surat Akta Jual Beli antara warga selaku pemilik dengan salah seorang ahli waris lainnya, bukan atas nama pihak penggugat, Nurdin Nombong. Sehingga, penggugat tidak memiliki hak untuk melakukan pengosongan terhadap tanah warga, karena beda pemilik.

Saat ini, proses perkara sedang berjalan di Pengadilan Negeri Makassar.

“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami terhadap warga Bara-Baraya. Ke depannya, kami akan tetap mengawal kasus sengketa tanah yang sampai pada sidang putusan nanti”, ujar Andre, salah satu anggota aksi solidaritas.

Adapun tuntutan para peserta aksi adalah meminta kepada majelis hakim yang menangani perkara agar memberikan keputusan yang seadil-adilnya dalam perkara ini. Selain itu, peserta aksi juga mengecam pihak-pihak yang telah merampas atau mengambil tanah yang bukan miliknya.

Warga Bara-Baraya menolak tergusur dan tak akan pernah meninggalkan tanah yang telah dimiliki secara turun temurun.

 

Pewarta : Rangga Putra

Editor : Ronald Suryono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *