Dibalik Gerakan #2019GantiPresiden

nusantararesearch – Satu demi satu pendukung dan agenda besar Gerakan #2019GantiPresiden mulai terkuak. Selama ini orang-orang Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-lah yang muncul dipermukaan mendorong Gerakan #2019GantiPresiden. Ternyata selain PKS, Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)yang telah dibubarkan pemerintah beberapa waktu lalu menyatakan dukungan pada gerakan #2019GantiPresiden untuk Pilpres tahun depan.

Seperti yang diungkapkan Juru bicara HTI, Ismail Yusanto menegaskan bahwa organisasinya memiliki semangat yang sama dengan gerakan yang diusung Mardani Ali Sera ini. Sama-sama tak menghendaki kepemimpinan Jokowi berlanjut sampai dua periode. “#2019GantiPresiden adalah gerakan rakyat yang sudah emoh terhadap rezim zalim, bohong, dan ingkar janji,” ujar Ismail.

Dengan dukungan HTI tersebut, agenda tersembunyi gerakan #2019GantiPresiden patut di duga tidak hanya sekedar bertujuan untuk menganti presiden atau asal bukan Jokowi semata, tetapi lebih besar lagi untuk menganti sistim Negara ini. Hal itu tidak mustahil karena Mardani Ali Sera pernah secara terbuka selain mendegungkan #2019GantiPresiden juga #2019gantisistim. Mardani Ali Sera, politikus PKS inilah yang menginisiasi #2019GantiPresiden . Gerakan yang katanya tercetus dari ketidakpuasan atas kinerja pemerintahan Jokowi. Gerakan ini diasosiasikan dengan pendukung pasangan calon dari kubu oposisi, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Agenda besar dibalik #2019GantiPresiden tersebut tidak lepas dari gagasan khilafah yang diusung HTI dan ini sejalan dengan tagar 2019gantisistim yang coba diusung Mardani. Dan ini klop dengan gagasan khilafah yang diusung HTI selama ini.

Jika menilik dari gerakan ganti presiden yang pernah ada di Suriah, tak pelak lagi gerakan Mardani Ali Sera cs saat ini mengarah ke gagasan khilafah. Di Suriah semenjak tahun 2009 ada #2011 ganti presiden, semenjak itu dibangun kebencian terhadap pemerintahan Baashar, Mempopulerkan ganti sistem Negara khilafah, dan Menebar Hoax via medsos. Yang terjadi di Suriah adalah perang dan kehancuran serta ratusan ribu nyawa melayang di Suria.

Jika melihat ciri-ciri tersebut, saat ini sudah terjadi di Indonesia. Yaitu terdapat gerakan #2019GantiPresiden, mereka membangun kebencian terhadap pemerintah Jokowi, mempopulerkan ganti sistem Negara khilafah(belakangan HTI dibubarkan), dan secara masif menebarkan hoax di medsos.

Jadi sudah sepatutnya bangsa Indonesia waspada tidak mudah terpancing dan komitmen menjunjung keutuhan dan kebhinekaan bangsa Indonesia ini.

Artikel ini telah terbit pada laman suaraislam dengan judul “Waspadalah, Agenda Besar Khilafah di Balik Gerakan #2019GantiPresiden”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *