Lagi, Mahasiswa di Tangerang Selatan Menolak Deklarasi #2019gantipresiden

Beberapa hari lalu sempat viral di media sosial terkait sekelompok mahasiswa yang menolak deklarasi #2019gantipresiden di Tangerang Selatan, Siang ini sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Tangse kembali melakukan aksi serupa.
Tepat pukul 2 siang di depan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mereka menggelar aksi penolakan. Aksi yang diikuti 20an mahasiswa berjalan dengan damai dengan kawalan aparat Polsek Ciputat yang dibantu Satuan Pengamanan UIN Jakarta hampir tidak mengganggu aktivitas masyarakat setempat di sekitaran Jalan Ir H. Juanda sekalipun sempat diwarnai aksi bakar-bakawan alat media aksi.
Dalam rilisnya, AMT menolak dengan tegas rencana deklarasi #2019gantipresiden yang akan dgelar di Tangerang Selatan karena menciderai politik sehat yang selama ini sudah dibangun dan ditakutkan akan berdampak pada konflik sesama masyarakat. Sedangkan kondisi masyarakat Tangsel sangat kondusif dan tentram oleh karena itu jangan dipecah-belah dan diprovokasi dengan adanya gelaran deklarasi #2019gantipresiden.

“Kami menilai bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam kegiatan makar dan dalam deklarasi tersebut diindikasi telah disusupi oleh kelompok beraliran ekstrimis radikal, yang ingin membahayakan NKRI. Kalau mereka berkeringat, maka kita siap berdarah-darah menghadangnya. Kita sudah coba untuk beraudiensi dengan Kapolres dan jajaran kepolisian, kita minta mereka tidak memberikan ijin atas deklarasi itu, karena wilayah Tangsel sudah sangat kondusif, sangat toleran, jangan dipecah-pecah untuk kepentingan tertentu” Ujar Jafri, Koorlap Aksi tersebut.
Dalam orasinya mereka menegaskan bahwa bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden sudah ada dua pasang calon, oleh karen itu bertarunglah sebagaimana dengan aturan yang telah ditetapkan dan jangan merusak tatanan demokrasi bangsa yang selama ini telah dibangun bersama. Bertarunglah dengan sehat, jangan memecah bela untuk kepetingan kelompok tertentu, Pemilihan presiden yang di tonjolkan adalah Visi dan misi bagaimna program calon presiden untuk membangun indonesia ini kedepan.
“Jangan membawa-bawa #2019gantipresiden, itu sudah mencederai Konstititusi yang ada di indonesia. Pimilihan Presiden Bertarunglah secara fair, jangan justru membuat kegaduhan kepada masyarakat. Jangan kita belah mereka hanya untuk kepentingan sesaat para politikus ini. Saya meminta agar penggunaan tagar ini segera dihentikan, jika ada tagar Jokowi Dua Periode kenapa mereka tidak menggunakan Prabowo sebagai tagar. Karena dalam kompetisi nanti hanya ada dua kandidat” Tegas Jafri.
Mengakhiri orasinya pukul 15:30 sebelum membubarkan diri dengan tertib Jafri menegaskan “Demokrasi ini kita bangun dengan susah payah dan tidak murah biayanya, mari kita hentikan hal-hal seperti ini untuk Indonesia yang lebih sejahtera sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa. Kami sebagai penerus bangsa yang cinta tanah air yang tergabung dalam AMT tidak ingin kondisi seperti ini terjadi. Terjadi konflik sesama anak bangsa, berkompetisilah secara sehat dan penuh suka cita”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *