Pesan Moral, Antara Iklan Youtube dan Televisi

makin sering dilihat
makin sering didengar
makin besar pengaruhnya

nusantarareserach – Iklan atau dalam bahasa formal yang dahulu sering kita dengar Pariwara adalah segala macam bentuk promosi barang atau jasa yang disampaikan menggunakan media dan di tujukan kepada publik. Sebuah hal sederhana seperti jargon, pengenalan produk, potongan harga dan segala macam jenisnya yang mengunggulkan sebuah barang atau jasa.

Namun dari hari ke hari kualitas iklan bukannya meningkat tetapi malah menurun. Sudah ada regulasi yang mengatur tentang pembuatan iklan yaitu dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, diawasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Iklan hanya menjadi promosi produk semata tanpa di susupi dengan pesan moral yang berarti. Memang tidak ada aturan baku mengenai hal ini, namun tentunya iklan dengan pesan moral yang baik akan lebih diterima oleh masyarakat serta dapat mencerdaskan masyarakat.

Sebagai contoh ada sebuah iklan produk yang memiliki 1 kalimat singkat namun di ulang secara terus menerus selama durasi iklan berlangsung atau sekitar 10 detik. Iklan ini juga muncul puluhan kali dalam sehari. Secara tidak langsung kalimat tersebut akan membekas dan terngiang-ngiang di pikiran penonton. Memang secara regulasi iklan ini tidak melanggar aturan yang ada, namun apakah tidak bisa dibuat lebih kreatif dan bermanfaat?


Contoh iklan tersebut tayang dan viral pertama kali di sebuah media televisi Indonesia, yang kemudian menjadi bahan jenaka di sosial media.

Media Dengan Bayak Iklan Bermoral

Youtube menjadi tempat dimana iklan-iklan berkreativitas tinggi dapat kita temukan. Tidak hanya iklan yang menampilkan promosi sebuah produk lengkap dengan keunggulannya, tetapi juga manfaatnya dalam kehidupan bersosial.

Thailand menjadi salah satu negara di Asia dengan banyak iklan komersial yang memiliki pesan moral dan bermanfaat. Seperti iklan sebuah perusahaan asuransi yang menanyangkan tentang seorang pekerja yang peduli pada lingkungan di sekitarnya, pada akhirnya usaha ia tidak sia-sia, seorang anak perempuan bisa kembali bersekolah karena kebaikannya. Iklan ini pertama kali viral di media online “youtube” yang kemudian di bagikan ke platform sosial media lain. Sampai artikel ini diterbitkan, iklan tersebut sudah di tonton mencapai lebih dari 34 juta kali.

Secara tidak langsung, kualitas penontonlah yang menentukan jenis tayangan baik itu iklan ataupun tayangan utama dari sebuah media. Seperti kita lihat, tidak pernah ada iklan Lamborghini atau iklan produk mahal di televisi, kalaupun ada mungkin jumlah tayangannya tenggelam diantara iklan produk lain. Karena memang sasaran iklan adalah publik atau konsumen dari tayangan yang disajikan. Untuk televisi sendiri penontonnya mayoritas adalah kelompok menengah yang mungkin kesehariannya berada dirumah, sehingga kualitas iklan yang ditayangkanpun hanya sekedar promosi produk. Berbeda dengan youtube, kelompok menengah keatas terutama kaum milenial lebih memilih menonton sesuatu yang mereka sukai di youtube karena lebih bebas dan terfokus, hal ini mempengaruhi iklan yang ada di youtube, membuat iklan tersebut lebih berkualitas baik dari segi pembuatan ataupun pesannya, karena target dari iklan ini adalah kaum intelektual, ungkap Serra Faradila, mahasiswi London School jurusan Public Relation.

Diluar jenis penonton, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) dan KPI diharapkan bisa bekerja sama untuk membuat jenis iklan yang lebih bermanfaat agar dapat memajukan pertelevisian Indonesia. Walau bagaimanapun juga, televisi masih menjadi media paling efektif untuk menyebarkan informasi ke seluruh pelosok Indonesia.

Penulis : Afrizal Adam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *