Thanos dan Rubella di Indonesia

nusantara – Bila kita analogikan film Avengers: Infinity War, di mana sosok bernama Thanos mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi, maka virus Rubella menjadi ancaman di Indonesia saat ini, hal ini dikarenakan virus Rubella dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang yang lain. Penyakit campak bahkan dapat menular tanpa kontak langsung. Anda dapat terkena campak hanya dengan memasuki ruangan yang baru 2 jam lalu ditinggalkan oleh orang yang terkena campak. Virus rubella menyebabkan demam, radang tenggorok, ruam, sakit kepala, dan iritasi mata. Rubella dapat menyebabkan artritis pada hingga setengah kalangan remaja dan wanita dewasa. Jika seorang wanita terjangkit rubella saat sedang hamil, ia dapat mengalami keguguran atau bayinya dapat mengalami cacat lahir yang serius. Indonesia masuk 10 besar Negara dengan kasus terbanyak dengan 4.705 kasus, dan 70% Kasus Rubella menginfeksi anak usia 15 tahun kebawah. Jika dihitung dari tahun 2010 – 2015 ada total 23. 164 kasus campak dan 30. 463 kasus rubella di Indonesia.

Ditengah polimik yang terjadi saat ini, mengenai Vaksin MR “tidak halal” karena mengandung enzim babi. Berbagai daerah masih menolak penggunaan vaksin tersebut membawa kita pada presepsi  Thanos dalam konteks penanganan Rubella, dimana Thanos ternyata ada dalam diri kita semua yang memiliki paham sumber daya saat ini terbatas, dan menyerah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap fatwa soal vaksin Measle-Rubella (MR) yang baru dikeluarkan bisa membantu mengakhiri ketidakkepastian bagi warga Muslim untuk mengimunisasi anak mereka. MUI mengatakan vaksin MR mengandung enzim babi, tapi penggunaannya dibolehkan karena beberapa alasan, di antaranya sejauh ini tak tersedia vaksin yang benar-benar halal dan untuk mencegah efek negatif jika anak tak diimunisasi.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan tetap melaksanakan program nasional imunisasi untuk mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella ditengah polemik vaksin MR yang terus berlanjut. Kemenkes sebagai pelaksana tetap melaksanakan program nasional imunisasi untuk anak-anak Indonesia di masa yang akan datang, mengacu pada sudah mendapat izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kita tidak boleh menyerah dalam menangani kasus nasional yang dapat berdampak buruk terhadap generasi penerus bangsa, ini  menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek kepada janin (teratogenik) apabila Rubella ini menyerang wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi Rubella yang terjadi sebelum terjadinya pembuahan dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan. Ibu yang sehat dapat melahirkan anak bangsa yang sehat, karna bila anak yang lahir ddengan CRS umumnya bermanifestasi sebagai Penyakit Jantung Bawaan, Katarak Mata, bintik-bintik kemerahan (Purpura), Microcephaly (Kepala Kecil) dan Tuli. Maka perlu komitmen bersama dalam imunisasi Rubella karna terkait dengan Ketahanan Nasional melahirkan penerus bangsa yang sehat.

Penulis : Freddy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *