Larangan Kampanye di Mesjid dalam Islam

nusantararesearch – Masjid sering kali digunakan tim dan pendukung dari Prabowo-Sandi untuk kampanye politik. Dari mulai ustadz atau penceramah yang mengunakan bahasa terlebung maupun terang-terangan yang mengajak umat Islam agar memilih Prabowo-Sandi. Praktek ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh pendukung mereka, bahkan ketika Pilgub DKI Jakarta 2017, tim dan ustad-ustad mereka setiap melakukan ceramah dan pengajian secara langsung menggunakan ceramah yang mendukung pasangan yang didukung oleh Prabowo yaitu Anies-Sandi. Padahal, pada UU No 7 tahun 2017 terkait Pemilu, dijelaskan bahwa tempat ibadah dan pendidikan tidak boleh dijadikan tempat untuk berkampanye.

Bagaimana terkait kampanye di Mesjid dalam Islam?

Di dalam Islam secara langsung dijelaskan terkait pengunnaan masjid yang berfungsi memuji, menyembah, dan mengagungkan nama Allah SWT.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللهَ فَعَسَى أُوْلاَئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah: 18).

Karena itulah, Islam sendiri melarang kita untuk berniaga atau mengumumkan untuk mencari barang hilang di dalam masjid. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيْعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِيْ الْمَسْجِدِ فَقُولُوا: لاَ أَرْبَحَ اللهُ تِجَارَتَكَ وَإِذَا رَأَيْتُم مَنْ يُنْشِدُ فِيْهِ ضَالَةً فَقُولُوا: لاَ رَدَّ الههُ عَلَيْكَ

“Bila kamu melihat orang melakukan jual-beli di masjid, doakan dia, ‘Semoga Allah tidak memberikan keuntungan pada perniagaanmu.’ Dan jika kamu menyaksikan orang yang mengumumkan barang hilang di masjid, doakan dia, ‘Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang.’” (HR. Tirmidzi 1321 dan dishahihkan al-Albani).

Dalam hadis ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh kita untuk mendoakan keburukan bagi orang yang jual beli di masjid, sebagai hukuman atas pelanggarannya, yang menggunakan masjid tidak sebagaimana fungsinya.

Al-Khithabi mengatakan,

وَيَدْخُلُ فِي هَذَا كُلُّ أَمْرٍ لَمْ يُبْنَ لَهُ الْمَسْجِدُ، مِنْ أُمُورِ مُعَامَلاتِ النَّاسِ، وَاقْتِضَاءِ حُقُوقِهِمْ

Termasuk dalam hadis ini, semua kegiatan yang tidak sesuai fungsi didirikannya masjid, seperti perkara muamalat di antara masyarakat, atau menyelesaikan urusan hak-hak mereka. (Syarhus Sunnah, al-Baghawi, 2/375).

Karena itulah, hal-hal yang bersifat duniawi seperti melakukan kampanye di dalam masjid secara tidak langsung juga tidak diperbolehkan. Karena fungsi masjid tersebut, yang diperuntukkan untuk mengagungkan Allah SWT.

Dalam kampanye, secara tidak langsung kita menawarkan dan menunjukkan kelebihan ‘dagangan’ yaitu berupa paslon atau partai pilihan kita agar nantinya masyarakat dan umat mau untuk ‘membelinya.’ Terlebih lagi di dalam kampanyenya, pendukung paslon Prabowo-Sandi sering mengunakan isu-isu SARA yang akhirnya malah dapat menimbulkan perpecahan di dalam masyarakat Indonesia dan umat Islam itu sendiri. Padahal, di dalam QS. At-Taubah: 107 mengatakan bahwa:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

(Di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka akan bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” dan Allah menjadi saksi bahwa Sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)”. (QS. At-Taubah: 107)

Namun Allah ta’ala melarang Nabi-Nya untuk mendekati masjid itu, dan memerintahkan untuk merobohkannya.

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ

  1. janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. (QS. At-Taubah: 108).

Kita bisa memastikan, ketika ada satu partai melakukan kampanye di masjid, tentu tidak semua orang islam jamaah masjid itu, simpati dengan partai tersebut. Sehingga keberadaan partai di masjid itu, menjadi sebab terjadinya perpecahan di tengah jamaah masjid. Atau bahkan menjadi penyebab, sebagian mereka menjadi enggan untuk shalat di sana, gara-gara masjidnya digunakan untuk kampanye partai yang tidak dia sukai.

 

Penulis : Abdul Aziz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *