Bulog Mulai Jalankan Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga dan Persiapan Serap Gabah Saat Panen Raya Maret Mendatang

Nusantararesearch – Operasi pasar yang digalakkan oleh pemerintah melalui Perum Bulog selama januari-maret menjelang panen raya dimaksudkan untuk menstabikan harga beras di kalangan produsen maupun konsumen serta mempersiapkan gudang dalam penyerapan hasil produksi yang diproyeksikan pada bulan maret mendatang.

Perum Bulog pun telah menyanggupi dan memastikan ketersediaan beras yang siap digelontorkan pada operasi pasar yang dilakukan menjelang panen raya maret mendatang. Bulog akan menggelontorkan sebanyak 15 ribu ton beras per hari dan berdasarkan catatan Bulog bahwa sejak awal tahun 2019, operasi pasar yang digelar perseroan hingga saat ini baru mencapai 37.017 ton beras dengan divisi regional Bulog DKI Jakarta dan Banten telah merealisasikan operasi pasar sebesar 8.573 ton di 44 lokasi pasar.

Bulog menargetkan pada panen raya mendatang dapat menyerap sebesar 1,8 juta ton beras. Saat ini bulog telah melakukan koordinasi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk mendapatkan gabah. Bulog optimis bakal mencapai dua kali lipat dari yang ditargetkan.

Perum Bulog telah berhasil menstabilkan inflasi harga pangan pokok, terutama beras yang memiliki porsi sebesar 0,13% melalui langkah stabilisasi cadangan dan harga beras. Sepanjang tahun 2018 tercatat Bulog telah menekan harga beras 2018 hingga kisaran Rp 11.606 per kilogram. Hal ini dikarenakan kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium CBP (Cadangan Beras Pemerintah) tahun 2018 lebih besar dari pada lima tahun terakhir yaitu lebih dari 500.000 ton secara nasional.

Bulog juga melakukan penyaluran Bansos Rastra tahun 2018 yang mencapai 1,2 juta ton, pengelolaan CBP untuk Operasi Pasar sebanyak 544.000 ton sebagai upaya stabilisasi harga dengan jumlah terbesar selama sepuluh tahun terakhir, dan CBP bencana alam sebanyak 6.953 ton yang diantaranya digunakan untuk korban bencana alam di Palu Donggala (Sulawesi Tengah), dan Lombok (NTB).

Agar capaian Bulog selama setahun kemarin terus berlanjut dan semakin baik, maka Perum Bulog bersama-sama dengan pihak terkait perlu terus melakukan pengawasan serta melanjutkan langkah-langkah yang telah ditempuh yaitu dengan melakukan penyerapan tinggi, pemetaan area panen, dan mengosongkan beberapa gudang di daerah surplus produksi untuk menampung penyerapan dari petani. Pengosongan gudang ini dapat diwujudkan melalui operasi pasar sehingga kualitas beras Bulog juga tetap terjaga karena ketersediaan beras lama akan tergantikan dengan beras baru.
Operasi pasar akan terus dilakukan sebelum panen raya sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan gejolak harga di pasar akibat stok beras serta persiapan penyerapan beras hasil petani dalam negeri yang akan diserap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan. Bulog akan terus konsisten menjalankan berbagai penugasan dari pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan. Diharapkan dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Bulog dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan mendapatkan dukungan dari masyarakat dan seluruh pihak sehingga keberhasilan dan kesejahteraan dari hulu ke hilir dapat tercapai.

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *