Mengawali Tahun 2019, Laju Perekonomian Indonesia Tumbuh Positif

Memasuki awal tahun 2019, laju perekonomian Indonesia diyakini akan tumbuh lebih baik. Merefleksi tahun 2018, pertumbuhan ekonomi nasional mendapatkan kenaikan yang positif sebesar 5,15% dibandingkan dengan tahun yang sebesar 5,07%. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah yang tetap mampu bertahan ditengah gejolak ekonomi global akibat tekanan perang dagang.

Melalui laporan dari menteri Keuangan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengungkapkan sejumlah indikator ekonomi positif, seperti inflasi yang tumbuh di bawah 3,5%, terjaganya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, realisasi APBN 2018 yang ditutup dengan pencapaian baik, dan keseimbang primer negatif yang sudah mendekati 0. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Meskipun di tengah-tengah kondisi ekonomi gejolak eksternal akibat perang dagang dan normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), namun indonesia mampu menunjukkan capaian positif sehingga kesejahteraan masyarakat ikut tercipta akibat pertumbuhan ekonomi nasional tersebut.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi selama setahun ini juga telah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi tingkat pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan serta ketimpangan. Selain itu juga perekonomian indonesia mendapatkan persepsi positif dunia internasional.

 Menghadapi perekonomian 2019, Gubernur Bank Indonesia mengatakan bahwa meski pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 masih melandai, namun tekanan terhadap ekonomi nasional berkurang. Jika 2018 mengalami capital outflow, pada 2019 akan terjadi capital inflow. Dengan tekanan global yang menurun, neraca transaksi berjalan masih akan bergerak relatif stabil.

ASEAN Head of Global Markets Research MUFG Bank, Leong Sook Mei juga memorediksi bahwa komoditas unggulan akan terus berkontribusi pada perekonomian Indonesia. Beberapa komoditas global ini juga diprediksi akan mengalami kenaikan harga. Sedangkan berkaitan dengan Pemilu di Indonesia, fenomena ini tidak akan memberikan dampak pelemahan yang signifikan pada rupiah karena tren akan mulai kembali normal 6 bulan setelah berlangsungnya Pemilu.

Dengan capaian positif perekonomian indonesia di tahun 2018, diharapkan di tahun 2019 dalam menghadapi gejolak ekonomi dunia, tekanan-tekanan eksternal dan ancaman-ancaman lainnya, pemerintah dapat berkonsolidasi dengan sektor riil, dunia usaha, dunia industri dengan moneter dan fiskal yang sudah dirancang dengan baik sehingga langkah-langkah tegas dan konsisten dalam pengendalian impor dapat dilakukan, kemudian dalam memacu ekspor dan meningkatkan modal masuk lebih baik di tahun 2019.

Melihat capaian maupun upaya yang tengah dilakukan oleh pemerintah, masyarkat perlu bersikap optimis dan mendukung langkah yang telah diambil pemerintah serta bersama-sama bergerak untuk mendorong laju pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *