Regulasi Kendaraan Listrik Segera Rampung Tahun Ini, Tinggal Finalisasi

Nusantararesearch – Regulasi terkait kendaraan listrik yang tengah diupayakan oleh pemerintah dan telah dibahas dalam rapat terbatas bersama presiden dan kementerian lembaga terkait akan segera rampung dan terbit tahun ini, bahkan tidak sampai akhir tahun 2019 karena prosesnya sudah tinggal finalisasi. Regulasi tersebut akan mengatur beberapa hal misalnya industrialisasi mobil listrik, bea masuk, pajak, hingga target yang akan dicapai mobil listrik. Ignasius berharap agar mobil listrik harganya terjangkau atau paling tidak mampu bersaing dengan kendaraan konvensional

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengatakan bahwa kalangan industri sudah tak sabar menanti Perpres kendaraan listrik. Menurut Airlangga regulasi nanti diharapkan dapat memuat sejumlah insentif, dirumuskan dengan matang dan menyerap seluruh masukan khususnya para pelaku usaha. Dengan begitu aturan tersebut dapat memastikan industri kendaraan listrik dari hulu sampai hilir berjalan lancar dan cepat. Pemerintah juga perlu memastikan 20% kendaraan yang mengaspal pada 2025 merupakan kendaraan listrik.

Selain keberadaan kendaraan bertenaga listrik ini menjadi sebuah trend untuk menyongsong dunia otomotif masa depan, dua hal penting bakal disasar yaitu penggunaan energi terbarukan, ramah lingkungan atau pengurangan zat-zat pencemar alias polusi, dan tentunya mengurangi ketergantungan terhadap minyak bumi atau pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pengembangan kendaraan listrik juga dapat digunakan sebagai momentum untuk penyiapan SDM Indonesia yang mampu menguasai teknologi terkini dan untuk penciptaan nilai tambah melalui upaya memperbesar kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Kehadiran kendaraan listrik menjadi salah satu solusi alternatif terhadap beberapa persoalan dari penggunaan motor berbahan bakar minyak (BBM), seperti polusi udara akibat asap kendaraan dan laju impor BBM yang terus meningkat, maupun persoalan-persoalan lain yang mencakup sektor lingkungan, sumber daya, dan perekonomian baik dalam negeri maupun global.

Dengan adanya regulasi yang mengatur industri kendaraan listrik, maka Indonesia dapat beralih lebih cepat lagi menjadi pemain utama dalam kendaraan bermotor listrik. Indonesia memiliki semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan lithium baterai yang menjadi kunci dalam produksi kendaraan bermotor listrik. Nikel, kobalt, dan mangan menjadi komponen yang sangat penting sekali dalam menyiapkan baterai untuk kendaraan listrik, sehingga strategi bisnis negara ini perlu mulai diatur agar Indonesia bisa melakukan sebuah lompatan menuju ke sebuah produksi baik motor maupun mobil yang memiliki competitiveness yang baik, baik pasar domestik maupun pasar ekspor.

Program kendaraan listrik yang diusung pemerintah dalam mengurangi penggunakan bahan bakar fosil dan penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan membutuhkan dukungan masayarakat dan para pelaku usaha agar proses pengembangan dan industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir dapat berjalan lancar dan cepat.

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *