Distribusi Logistik Pemilu 2019 di NTT Capai 70%

Masalah yang dihadapi oleh KPU sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelengaraan Pemilu 2019 sangat beragam. Perkembangan terkait permasalahan tersebut penuh dengan dinamika. Saat ini yang menonjol adalah terkait kelancaran Distribusi Logistik Pemilu. Masing masing KPU Provinsi menghadapi tingkat kesulitan yang berbeda beda. Faktor penyebabnya diantaranya perbedaan kondisi topografi wilayah diantara tiap provinsi di Indonesia. Di Provinsi NTT tantangan utama dalam penyaluran logistik pemilu adalah wilayahnya yang terdiri dari beberapa pulau pulau. Hal ini diperburuk dengan kondisi cuaca yang tidak menentu pada bulan Januari sampai dengan Februari 2019. Hal ini menjadi perhatian serius bagi penyelenggara Pemilu.

Sulitnya distribusi logistik di NTT ditegaskan oleh sekretaris KPU NTT Drs. Ubaldus Gogi. “Kendala utama dalam penyaluran logistik di Provinsi NTT adalah bentuk topografi wilayah NTT yang terdiri dari banyak pulau dan medan yang sulit, bahkan beberapa wilayah ada yang hanya bisa dijangkau dengan alat tranportasi kuda dan jalan kaki”. kata Gogi. Contohnya di salah satu wilayah Kabupaten Kupang di Pulau Kera terdiri dari 40 KK tetap dilayani dengan disediakan 1 TPS. “Semua harus bisa diakomodasi dan dilayani”, ujar Gogi

Berdasarkan data DPTHP 2 dari KPU Provinsi NTT, Jumlah TPS Provinsi NTT yang tersebar di 3353 Desa, 309 Kecamatan di 22 Kab/Kota adalah sebanyak 14.978 TPS dengan jumlah DPT sebanyak 3.391.616 jiwa. Sekretaris KPU Provinsi NTT Drs.Ubaldus Gogi mengatakan bahwa logistik yang sudah disalurkan ke masing masing Kab/Kota antara lain adalah Kotak bilik suara yang berbahan duplex. Untuk logistik pendukung seperti tinta, segel, bantal, paku, karet gelang, papan triplek pengumuman dan sampul juga sudah tersedia di KPU Kab/Kota.Gogi menambahkan bahwa progres distribusi logistik di NTT sudah mencapai 70 % dan sisanya tinggal menunggu kedatangan logistik utama seperti formulir yang sebagian masih dalam tahap pengadaan dan Surat Suara dari KPU RI. Untuk penyaluran logistik ke TPS dari masing masing KPU Kab/Kota akan disalurkan pada H-5 pemungutan suara.

Terkait dengan kendala teknis lainnya seperti yang diungkapkan Gogi adalah bahwa sejak 27 Desember 2018 KPU Provinsi NTT bekerja tanpa Komisioner. “”Kami tetap bekerja sesuai dengan target waktu yang ditentukan. Terkait siapa Komisioner KPU NTT yang terpilih masih menunggu hasil rapat Pleno dari KPU RI””, kata Gogi. Dari Informasi yang didapat sampai dengan hari Jumat 8 Februari 2019 telah diputuskan oleh KPU RI bahwa kelima Komisioner KPU NTT periode 2019 – 2024 antara lain Thomas Dohu sebagai ketua, Lodowyk Fredrik, Yosafat Koli, Fransiskus Vincent Diaz, dan Yefri Amazia Gala.

Untuk kesiapan penyelenggaraan pemilu di KPU Kota Kupang seperti dikonfirmasi melalui Sekretaris KPU Kota Kupang Johan A. Mesakh bahwa pihaknya telah menerima logistik berupa Kotak bilik suara serta logistik pendukung seperti tinta, segel, bantal, paku, karet gelang dan sampul. Jumlah kotak bilik suara yang diterima adalah 5630 kotak untuk dibagi pada 1126 TPS di Kota Kupang dan disimpan di Gudang Gereja Kaisera BTN Kolhua, dengan penjagaan dari dua petugas KPU Kota dan dua anggota Polisi. Pihak KPU Kota Kupang melalui Kabid Logistik Hans Fano mengatakan bahwa kendala utama dalam menyiapkan logistik adalah kurangnya tenaga dan biaya. Dalam hal merakit kotak suara yang jumlahnya cukup banyak tersebut membutuhkan tenaga yang banyak juga sehingga dapat selesai sesuai target.

Sementara itu Bawaslu NTT melalui stafnya Baharudin Hamzah mengatakan bahwa untuk masalah pelanggaran yang banyak ditemui adalah adanya pemasangan APK di jalan jalan protokol di Kota Kupang, selain itu selebihnya tidak ditemukan pelanggaran yang berarti. Terkait penyaluran logistik, bawaslu akan membentuk tim dalam memonitor distribusi logistik agar tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas. (Firman/Ferdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *