Kualitas Udara Kota Dumai Sentuh Status Bahaya

Kebakaran Lahan di Riau

Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau mulai mengkhawatirkan. Saat ini jumlah luas lahan yang terbakar telah mencapai 497,7 Ha. Kabupaten yang mengalami kebakaran lahan terluas berada di Bengkalis, yang mencapai 322 Ha.

Kebakaran hutan dan lahan di Begkalis terjadi di beberapa daerah, seperti di Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Mandau, seluas 5 Ha, Kecamatan Rupat seluas 95 Ha. Selain itu, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Rokan Hilir seluas 112 Ha, di Dumai 31,5 Ha, di Meranti 2,2 Ha, di Pekanbaru 16 Ha, dan Kampar 14 Ha. Sulitnya medan dan sumber air, serta minimnya fasilitas pemadam milik BPBD menyebabkan api sulit dipadamkan.

“Kualitas udara di Kota Dumai memasuki level berbahaya. Sementara daerah lain masih baik,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Edwar Sanger, Jumat (15/2/2019).

Berdasarkan alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT. Chevron, kualitas udara kota Dumai pada pukul 02.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB mencapai range warna PSI hitam status udara berbahaya, sedangkan pada pukul 06.00 WIB berangsur membaik di level 227 dengan range warna PSI merah status udara sangat tidak sehat, dan terus menurun pada level 26 range warna PSI hijau kualitas udara baik, pada pukul 07.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Afrilagan mengatakan, “Kabut asap yang mengepung wilayah Kota Dumai merupakan kiriman dari sejumlah wilayah di Riau.”

Tim pemadam kebakaran yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Dumai, serta masyarakat telah bekerja sama melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi bekas terbakar. Pendinginan dilakukan untuk memastikan api padam hingga ke tanah, agar tidak membara dan merembet ke lokasi lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *