Meninggalnya WNA Afghanistan Tahanan Rudenim Manado Akibat Bakar Diri

Warga negara Afghanistan, Sajjad yang merupakan Mahasiswa Fakultas Tehnik Universitas Sam Ratulangi Manado jurusan Tehnik Sipil melakukan aksi bakar diri di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado pada Kamis (07/02/2019) lalu. Selama enam hari dirinya dirawat di Ruangan Irina A Nomor Kamar 04 RSU Prof. Kandouw Malalayang dengan luka bakar mencapai 80%.

Aksi bakar diri tersebut nekad dilakukan karena sebagai bentuk protes terhadap pihak PBB, dalam hal ini UNHCR yang telah mengabaikan perjuangan mereka selama puluhan tahun untuk mendapatkan status Refugee (pengungsi).

Sebelum meninggal dunia Sajjad mengatakan, “Selama ini PBB terlebih khusus UNHCR telah menginjak hak kami, sebab selama 20 tahun ini mereka tidak pernah lanjuti janji mereka, saya ingin bertanya kepada mereka, kenapa? ada apa?”. Tujuan pergerakan mereka hanya untuk mendapatkan status Refugee.

“Dengan diperolehnya status tersebut, kami memiliki hak untuk dikirim ke Community House yang berada di Makassar atau Jakarta, sebelum dideportasi ke negara tujuan. Dan tidak merasa terpenjara di Rudenim Manado ini.” Tambahnya.

Berdasarkan pernyataan dr. Natan, Sp. KK yang menanganinya mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan secara intensif atas luka bakarnya. Namun hasil pemeriksaannya bahwa kondisinya makin memburuk. Pada hari keenam atau tepatnya 13 Februari 2019 pukul 15.30 s.d 20.30 Wita pria yang lahir pada 1 Januari 1995 tersebut dinyatakan meninggal dunia. Selama perawatan di RSU Prof. Kandouw Malalayang sampai dengan pemakaman jenazah Sajjad pihak Rudenim Manado bertanggungjawab atas biayanya.

Jenazah Sajjad dimakamkan pada 14 Februari 2019 pukul 10.00 Wita, di Perkuburan Umum Perkamil Kel. Malendeng Kec. Tikala Kota Manado setelah dilakukan mediasi dengan pihak keluarga.

penulis: Ina

editor: Joy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *