Merah dan Meriah, Acara Komunitas Hakka NTT Bertema Imlek 2570

KOTA KUPANG – Perayaan imlek sudah barang tentu disambut dan dirayakan dengan meriah oleh masyarakat komunitas Tionghoa yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara. Tidak terkecuali yang dilakukan oleh Komunitas Hakka NTT di Kota Kupang. Tanggal 09 Februari ini sejatinya merupakan kegiatan penarikan arisan biasa yang sudah rutin dilakukan oleh komunitas Hakka dan menjadi tidak biasa karena bertepatan dengan perayaan imlek 2570, sehingga pelaksanaannya berlangsung cukup meriah.

Acara diisi dengan berbagai pertunjukan tari tarian tradisional khas imlek, permainan alat musik sasando, acara makan malam bersama dan acara inti penarikan arisan. Acara ini juga turut mengundang Komunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK). ”Acara ini merupakan acara arisan rutin yang bertepatan Hari Raya imlek 2570””, kata Ketua Panitia Acara Gabriel Willem Kenenbudi. Dalam acara tersebut juga turut hadir beberapa tokoh tionghoa yaitu dr.Christian Widodo,yang pernah menjadi dokter termuda pada Asian Games 2018 yang lalu.

Dalam sambutannya, ketua komunitas Hakki NTT Yano Laimonta mengatakan. bahwa acara Imlek memang biasa dirayakan dengan meriah oleh etnis Tionghoa di dimanapun dia berada. Imlek merupakan acara budaya tradisional yang dimiliki dan dirayakan oleh semua etnis Tionghoa di seluruh penjuru dunia dari berbagai suku dan dari berbagai agama, baik itu Budha, Kristen, maupun Islam. “”Berdasarkan penanggalan imlek, dapat diketahui musim/cuaca yang penting bagi petani. Leluhur kita merayakan kehadiran imlek dengan berbagai acara perayaan seperti pertunjukan Barongsai””, kata Yano. Ketua Hakki NTT juga berpesan bahwa tahun Shio Babi tanah adalah tahun yang berat. “”Kita harus berusaha lebih kerja keras, berani menciptakan kesempatan yang lebih luas untuk menggapai kemakmuran yang lebih besar”, tambah Yano

Kemudian dalam kesempatan yang sama, penasihat  Hakki NTT Theodorus Widodo mengatakan bahwa komunitas Hakki adalah bagian dari Warga Negara Indonesia dan ikut memperkaya kebudayaan Indonesia dengan memperkenalkan tradisi leluhur kepada masyarakat Indonesia.”” Banyak limpahan berkah di negara kita tapi kita harus ingat di sekitar kita banyak yang membutuhkan. Hakka dan orang Tionghoa jangan terkesan jadi perkumpulan yang eksklusif. Kita cinta budaya Hakka, tetapi kita juga mengidentikan dengan budaya lokal. Kita identik dengan dua budaya, lokal dan hakka. Tanamkan cinta tanah air semangat kebangsaaan lewat kegiatan kemanusiaan”, pesan Widodo.

“”Selama ini komunitas Tionghoa terkesan menjadi kelompok yang ekslusif, namun dalam acara ini dengan diundangnya KOMPAK yang terdiri dari orang muda dari berbagai lintas agama diharapkan menghapus kesan eksklusif tersebut””, kata David Frans sekretaris Hakka NTT. (Ferdy/Firman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *