ROMA, Satu lagi Masterpiece dari Cuaron

Kupang – Kualitas sebuah film layar lebar tidak bisa dilihat hanya dari segi cerita apakah menghibur atau tidak atau siapa aktor yang bermain. Paling tidak itulah yang dilihat oleh para kritikus film. Banyak aspek yang dilihat dalam menilai kualitas dari sebuah film sebagai suatu karya seni yang baik. Banyak film yang berkualitas namun dari segi jumlah penonton sering kalah dari film film popular yang diangkat dari komik atau novel. Seperti kita ketahui trend film popular saat ini adalah film fiksi seperti film superhero yang diangkat dari cerita komik (Produksi Marvell atau DC). Melalui media film sangat efektif dalam rangka propaganda atau mempengaruhi pola pikir masyarakat sekaligus sebagai sarana edukasi. Oleh karenanya membuat film tidak bisa hanya mengejar jumlah penonton tetapi harus berkualitas baik dari segi narasi ataupun dari sisi teknis lainnya.
Film Roma adalah salah satu contoh film yang telah memenuhi semua syarat sehingga dapat dikatakan sebagai karya seni yang berkualitas. Teknik pengambilan gambar yang yang berbeda dari sang sinematografer sekaligus sutradara, Alfonso Cuaron, menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Dalam film ini kamera sering dengan jelas dan detail menggambarkan suatu objek atau benda dan mimik dari sang aktor sehingga kita dapat melihat emosi dan air mata sang pemain dengan jelas. Film ini tidak menggunakan special effect dan latar suara yang dibuat buat, dan hanya bersandar pada kekuatan atau teknik pergerakan kamera dan background suara yang natural (sangat disarankan menggunakan headphone dalam menonton film ini). Dalam film ini, Cuaron menggunakan sudut pandang kamera yang lebar di sebagian besar adegan dalam film dan kamera berjarak yang kadang bergerak pelan dari kiri ke kanan. Film ini dapat mengubah sesuatu yang sebenarnya biasa menjadi terlihat segar, seperti genangan air di lantai yang jernih sehingga kita dapat melihat pantulan sebuah pesawat yang sedang melintas di langit.


Film film Cuaron memang semuanya berkualitas. Masih ingat film karya Cuaron sebelumnya, Gravity (2013) menggunakan teknik long take dalam pengambilan gambar saat scene pembuka, dan latar suara hening yang menggambarkan suasana yang penuh keputusasaan dari Sandra Bullock saat terombang ambing di angkasa. Scene tersebut sangat memukau dan mempengaruhi emosi siapapun yang melihat walaupun scene tersebut dibuat di sebuah studio, namun seakan akan nyata terjadi. Selain dari kekuatan teknik pengambilan gambar, film Cuaron sebelumnya yang bagus dari segi cerita adalah Children Of Men (2008)

Film Roma berlatar tahun 1970- 1971 di suatu daerah yang disebut Roma di Mexsiko. Film ini menceritakan kehidupan seorang Pembantu Rumah Tangga yang bekerja di tengah tengah keluarga berada dengan segala masalah yang dihadapi keluarga tersebut. Emosi emosi dan konflik keluarga khas telenovela sengaja dimasukkan dalam film agar terasa latinnya. Film merupakan cuplikan dari gambaran masa kecil sang sutradara sendiri. Mengangkat perbedaan kelas di Meksiko ada majikan dan Pembantu Rumah Tangga, sampai kepada gambaran kecil dari peristiwa Corpus Christie. Persitiwa tersebut terjadi saat Cuaron masih berusia 10 tahun. Terjadi Chaos/kerusuhan dalam demonstrasi mahasiswa yang bermula dari konflik dalam negeri antara Partai Revolusioner Institusional Meksiko yang dikuasai pemerintah, yang didukung oleh AS, dengan mahasiswa sayap kiri dan kelompok gerilya pada tahun 1960-an dan 1970-an dan disebut juga dengan Perang Kotor (Guerra Sucia). Pada 10 Juni 1971 terjadi pembantaian demonstran mahasiswa di Mexico City.


Selain gaya sinematografi, yang unik dalam film ini adalah sang sutradara tidak menggunakan bintang bintang terkenal. Bahkan untuk penggunaan aktor lokal meksiko pun bukan termasuk kategori bintang. Penampilan seorang Yalitza Aparicio yang berperan sebagai Cleo, seorang Pembantu Rumah Tangga, berperan dengan sangat baik walaupun sebelumnya belum pernah berakting. Walaupun begitu sang pemeran mendapatkan apresiasi tinggi di Hollywood dengan masuk nominasi sebagai atris terbaik. Bukti kepiawaian Cuaron sebagai sutradara.


Banyak sutradara film favorit penulis yang mempunyai gaya gaya yang unik dalam bercerita, tidak linear dan cenderung perfeksionis, sebut saja Christopher Nolan dan Quentin Tarantino.Film roma didistribusikan oleh Netflix dan menjadi film pertama dari studio tersebut yang masuk nominasi Oscar sebagai film terbaik. Secara total film ini mendapat 10 nominasi di Oscar. Prediksi film asing terbaik dan sinematografi terbaik akan diraih film ini.(Firman/Ferdy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *