PT Malindo Bara Murni Akhirnya Ditutup Paksa Oleh Warga

NusantaraResearch. 

Bertempat di Kantor Desa Kumbewaha, Kecamatan Siotapina (5/4/2019) berlangsung aksi penolakan warga setempat atas aktivitas Pertambangan Mangan yang dilaksanakan oleh PT Malindo Bara Murni. Aksi tersebut dilaksanakan dalam bentuk Rapat bersama Perangkat Pemerintah Desa, Camat, masyarakat serta Pihak Perusahaan. Masyarakat desa menuntut agar perusahaan menghentikan aktivitas pertambangannya karena telah mengakibatkan bencana banjir di pemukiman warga.

Pihak perusahaan melalui Ahmad Sofyan selaku direktur PT Malindo Bara Murni mengatakan bahwa pihaknya akan mengakomodir permintaan masyarakat. Namun menurut beliau, secara regulasi perusahaan telah memenuhi segala persyaratannya. “Kita juga tidak bisa mengesampingkan tuntutan masyarakat, walaupun aktivitas kami sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku” tegasnya. “Setelah ini kami akan segera berkordinasi dengan pihak pemerintah kabupaten dan provinsi, karena izin ini turunnya dari pusat, dan akivitas perusahaan juga berkaitan dengan investasi, sehingga akan kami jalankan sesuai prosedur”.

Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya diputuskan melalui Berita Acara yang ditandatangani Camat, Pemerintah Desa dan Pihak Perusahaan bahwa PT Malindo Bara Murni sepakat untuk menghentikan aktivitasnya, dan masyarakat akan melakukan aksi penutupan akses jalan menuju perusahaan.

Gambar: Suasana Negosiasi Saat Rapat

 

Irman La Raliy selaku Ketua Cabang Perpisi (Pekerja Informal Seluruh Indonesia) Kab. Buton, mengatakan “berita acara sudah ditandatangani oleh pihak-pihak berkepentingan, dan kami memberikan waktu hingga besok bagi pihak perusahaan untuk menurunkan semua alat-alat berat yang digunakan untuk aktivitas penambangan”. Jika hingga besok, perusahaan belum melakukan tindak lanjut maka kami selaku masyarakat akan mengambil tindakan tegas untuk penurunan alat-alat tersebut.

Perlu diketahui, PT Malindo Bara Murni sudah beroperasi sejak 2004, dan sempat ditutup pada tahun 2014 terkait permasalahan Amdal dan aksi protes dari masyarakat. Sejak Tahun 2016, hingga saat ini perusahaan kembali beroperasi yaitu melakukan aktivitas penambangan mangan.

 

Kontributor: JS

Editor: Roni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *