Bandar Udara Baru Akan Segera Hadir di Mahakam Ulu

NUSANTARARESEARCH-Mahakam Ulu (Mahulu) sebagai Kabupaten termuda yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat. Menjelang hari jadinya yang ke-6, ada kabar menggembirakan bagi masyarakat Mahulu yaitu rencana pembangunan bandar udara (Bandara) di Ujoh Bilang, ibukota Kabupaten Mahulu.

Hal ini diketahui dari Wakil Bupati Mahulu, Drs. Y. Juan Jenau, pada saat menghadiri kegiatan sosialisasi pengadaan lahan untuk Bandara Ujoh Bilang. Dalam acara yang mengundang para pemilik lahan yang lahannya masuk dalam rencana pembangunan Bandara tersebut, juga dihadiri oleh perwakilan dari Dishub Mahulu, BPN Kutai Barat, Pengadilan Negeri Kutai Barat, dan Kejaksaan Negeri Kutai Barat sebagai narasumber.

“Salah satu alasan utama pembangunan Bandara di Ujoh Bilang ini adalah sebagai upaya kita untuk membuka keterisolasian Mahulu dari dunia luar. Diharapkan dengan adanya Bandara ini akan membantu pertumbuhan ekonomi di wilayah Mahulu.” beber Wabup dalam sambutannya.

Juan menambahkan bahwa Mahulu sangat kaya akan keanekaragaman budayanya yang patut untuk dikenal oleh dunia. Selain itu, kondisi alamnya yang masih asri dan indah turut pula menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Mahulu. Sehingga dengan adanya Bandara tentunya akan lebih memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke Mahulu.

Rencananya, sesuai dengan rancangan pembangunan, Bandara Ujoh Bilang akan memiliki landasan pacu klasifikasi 3C dengan panjang 1600m dan lebar 30m. itu artinya Bandara ini nantinya akan mampu untuk digunakan oleh pesawat ATR 72-500/600 dengan kapasitas penumpang 70-72 orang. Pemda sendiri telah menargetkan peletakkan batu pertama dilakukan pada tahun 2021. Hal ini tentunya diperlukan kerjasama yang baik dengan pemilik lahan untuk mau menjual lahannya kepada Pemda.

“Sosialisasi ini merupakan tahap awal pendataan bagi masyarakat yang lahannya masuk dalam rencana pembangunan bandara di Ujoh Bilang. Diharapkan sosialisasi ini dapat menyamakan persepsi dan sinergitas antara Pemda dan masyarakat yang lahannya masuk dalam rencana pembangunan sehingga masyarakat dapat bekerja sama untuk pembebasan lahan.” tutupnya. (BD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *