MAYDAY, Momentum Perjuangan Kesejahteraan Pekerja di Lebong

BENGKULU. Sejarah telah menceritakan bahwa tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh internasional dan merupakan titik balik sebuah gerakan kaum sosialis dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka di tengah kerasnya penindasan kapitalis pada saat itu. Di kota besar Indonesia, Mayday selalu diperingati dengan berbagai kegiatan yang memiliki makna bahwa kaum buruh/pekerja akan terus memperjuangkan apa yang mereka anggap pantas menjadi hak mereka selaku kaum pekerja.

Sumber Gambar: Ilustrasi Google

Khusus di Kab. Lebong meskipun tidak ada kegiatan khusus dalam Mayday, Hari Buruh Internasional tetap harus dimaknai dengan perjuangan membela kaum buruh dan pekerja. Sekretaris SPSI Lebong, Hendra Surya mengatakan bahwa Mayday harus dimaknai sebagai momentum untuk membela kesejahteraan buruh dan masyarakat. “Mayday bagi SPSI Lebong, dimaknai sebagai hari dimana pemerintah dan perusahaan sudah seharusnya memperhatikan kesejahteraan kaum pekerja dengan lebih baik.” tangkas Hendra.

Seluruh manusia mendambakan hidup bahagia dan sejahtera baik di desa maupun di kota. Namun dalam perjalanannya, tidak ada kehidupan yang selalu dalam kondisi sejahtera. Menurut Wikipedia, kesejahteraan menunjuk ke keadaan yang lebih baik yaitu kondisi manusia yang selalu dalam keadaan sehat dan damai. Begitu pula yang dirasakan kaum buruh, taraf ekonomi yang tinggi merupakan cita-cita dan dambaan seluruh kaum buruh dan pekerja di Indonesia ditengah lingkungan kerja yang berbagi dengan pekerja asing.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Ketua SPSI Kab. Lebong, salah satu tokoh SPSI Lebong, Dian Sutomo menilai taraf ekonomi pekerja di Kab. Lebong masih sangat mengkhawatirkan karena sistem pengupahan yang masih relatif kecil dan diperparah persaingan dengan pekerja asing. “Kondisi ekonomi pekerja di Kab. Lebong masih sangat mengkhawatirkan karena upahnya kecil dan adanya hambatan dengan persaingan antara pekerja lokal dengan pekerja asing” tambah Dian.

Sumber Gambar: mapcorner.wg.ugm.ac.id

Meskipun tidak ada kegiatan khusus untuk peringatan Mayday di Lebong, bukan berarti makna dan semangat Mayday untuk memperjuangkan kesejahteraan hidup yang lebih baik bagi kaum pekerja di daerah tersebut telah hilang. Mayday akan selalu dijadikan sebagai momentum bagi kaum pekerja di Lebong untuk berusaha meningatkan kemampuan dan kualitas diri sehingga layak mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari perusahaan dan pemerintah. Bersama, mari kita bergandeng tangan dengan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila Persatuan Indonesia untuk membela kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Nusares.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *