Permabudhi Bengkulu Gotong Royong Bersihkan “Wajah” Pariwisata Kota Bengkulu

BENGKULU, Persatuan Masyarakat Budha Indonesia (Permabudhi) Bengkulu bergotong royong membersihkan Pantai Panjang Bengkulu yang merupakan ikon utama pariwisata Bumi Rafflesia ini. Gotong-royong ini merupakan serangkaian agenda perayaan Hari Waisak 2563 B.E yang sudah didahului dengan kegiatan Bazar Pasar Malam dan Donor Darah yang terbuka untuk umum. Tema yang diusung dalam aksi peduli lingkungan ini adalah “Menghormati Budaya Keberagaman Untuk Persatuan Indonesia Sebagai Wujud Pengamalan Budha Dharma” yang dimaknai bahwa perbedaan latar belakang budaya, agama, dan suku bangsa harus dijadikan sebagai perekat kesatuan dan persatuan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Permabudhi terhadap kondisi lingkungan kita, terutama Pantai Panjang ini kita perhatikan masih cenderung kotor padahal ini adalah ikon pariwisata Bengkulu” ucap Tutik Kusnaeni yang merupakan Ketua Umum Permabudhi Bengkulu yang kepengurusannya secara organisasi baru dilantik oleh Gubernur Bengkulu pada April 2019 kemarin. Dalam kegiatan ini Permabudhi Bengkulu mengundang Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Kabid Pemasbud, Warlan. SE. MPD dan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu.

Gambar kiri Warlan, kanan Tutik Kusnaeni

Masyarakat Budha terutama di Bengkulu ini sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama yang terlihat dari kegiatan bazar dan donor darah yang terbuka untuk umum karena sesuai dengan prinsip bahwa manusia itu harus membawa kebermanfaatan di tempat dia hidup. “Prinsip Umat Budha itu takut berbuat jahat dan takut akan akibat perbuatan jahat, jadi kita harus selalu berbuat baik dimanapun berada” sambung Warlan yang ikut membersihkan Pantai Panjang.

Gambar: Kabid Pemasbud memberikan sambutan

Sedangkan Pemprov Bengkulu melalui Sekretaris Kadis Pariwisata Prov. Bengkulu, Januar Jumaliansyah sangat mengapresiasi kepedulian Permabudhi Bengkulu ini yang diharapkan bisa menjadi stimulan bagi komunitas lain untuk mau menjaga kebersihan lingkungan di Bengkulu. “Komunitas di Bengkulu ini banyak, apalagi kalau semakin banyak komunitas yang peduli sama lingkungan kita sekaligus bisa mendorong masyarakat agar juga peduli terhadap kebersihan lingkungan kita bersama” tegas Januar.

Gambar: Foto bersama Ketua Pambudhi Bengkulu, Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Kabid Pemasbud Kanwil Kemenag Bengkulu

Kedepannya, Pemabudhi Bengkulu dibawah komando Tutik Kusnaini ini akan fokus kepada beberapa kegiatan diantaranya kegiatan kemanusiaan, sosial, keagamaan, dan pendidikan. “Kita kemarin ikut berpartisipasi memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di 9 titik, dan hari ini kita mengadakan aksi sosial bersih-bersih pantai. Selanjutnya kita mau membuat program bantuan pendidikan lewat pemberian bantuan alat tulis dan buku pelajaran, bahkan nanti kalau kita bisa akan memberikan beasiswa untuk masyarakat yang kurang mampu” tambah sang ketua Permabudhi ini.

Meskipun terbilang komunitas yang baru secara keorganisasian dan hukum, tapi Permabudhi sudah melaksanakan beberapa kegiatan secara swadaya dengan sumber daya dari para anggotanya. Penulis berharap kedepannya pemerintah baik Pemkot maupun Pemprov Bengkulu bisa bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang ada di Bengkulu untuk berkolaborasi dalam membangun dan menciptakan Bengkulu yang aman, nyaman, dan indah untuk menjadi tempat tinggal bersama.

(Nusares)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *