Bumi Borneo, Ibukota Baru Negara Indonesia

NusantaraResearch. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo akhirnya memutuskan bahwa Ibukota Negara Indonesia akan digeser ke Daratan Borneo. Keputusan resmi terkait Provinsi yang dipilih akan dikeluarkan oleh Joko Widodo pada Agustus 2019 mendatang.

IDN Times menaksir biaya pemindahan Ibukota Negara Republik Indonesia mencapai angka Rp466 Triliun. Sementara itu, untuk pilihan Provinsi yang akan dijadikan pertimbangan adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Luas lahan yang telah disiapkan pada ketiga provinsi tersebut bervariasi mulai dari 80.000 hektare, 12.000 hektare hingga 300.000 hektare, sementara luas DKI Jakarta saat ini berkisar pada angka 66.000 hektare.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Photo By TripAdvisor)

DKI Jakarta telah menjadi Jantung NKRI sejak tahun 1961 atau selama 58 tahun lamanya. Jelas anggaran yang dibutuhkan tidak akan sedikit, jumlah angka RP466 Triliun tersebut tidak hanya bersumber dari APBN melainkan berasal juga dari perusahaan BUMN, pihak swasta yang dikerjasamakan oleh pemerintah, murni pihak swasta, dan pemanfaatan aset pemerintah pusat untuk menekan biaya.

Beberapa peruntukan dana yang akan dialokasikan adalah sebagai berikut:

  1. APBN difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, fasilitas kantor pemerintahan, dan parlemen
  2. Dana yang bersumber dari BUMN difokuskan untuk pembangunan infrastruktur utama dan fasilitas sosial
  3. Dana yang bersumber dari pihak Swasta yang dikerjasamakan dengan pemerintah (Sistem KPBU) difokuskan Untuk membangun beberapa infrastruktur utama dan fasilitas sosial
  4. Dana yang bersumber dari Swasta murni (pengusaha) difokuskan Untuk pembangunan perumahan atau properti dan fasilitas komersial lainnya
  5. Sementara pemanfaatan aset yaitu aset-aset yang sebelumnya berada di DKI Jakarta

 

(Nusares, photo by Google)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *