Karyawan PT HIP Butuh Keadilan

Aimas- PT. Henrison Inti Persada merupakan Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terletak di Klamono, Kabupaten Sorong. Perusahaan ini telah berganti kepemilikan dari Noble Group ke Capitol Group. Akibat adanya pergantian kepemilikan tersebut maka menyebabkan terjadinya perselisihan antara karyawan dengan pihak perusahaan terkait pemberian hak karyawan. The Capitol Group adalah perusahaan milik swasta yang bergelut dalam sektor perkebunan, properti, dan perdagangan internasional.

Awal mula terjadinya perselisihan antara para karyawan dengan pihak perusahaan PT. Henrison Inti Persada (HIP) adalah pada 15 Juni 2019 di Main Office PT HIP dimana pada saat itu dilakukan sosialisasi kepada seluruh staff PT HIP termasuk didalamnya Serikat Pekerja mengenai adanya perubahan kepemilikan perusahaan dari Noble Group ke Capitol Group. Namun hingga kini perselisihan tersebut masih terjadi meskipun telah beberapa kali dilakukan upaya mediasi antara karyawan dengan pihak perusahaan yang difasilitasi oleh Pemkab Sorong dan Polres Sorong.

Akibat dari perselisihan yang tak kunjung usai, maka PT Henrison Inti Persada/HIP The Capitol Group telah memberhentikan operasional perusahaannya sejak 7 September 2019. Penghentian operasional ini terjadi karena belum adanya kesepakatan dan belum dipenuhinya hak karyawan PT Henrison Inti Persada.

Demi menuntut keadilan maka para karyawan PT Henrison Inti Persada yang didukung oleh Aliansi Mahasiswa Sorong Raya yang dipimpin oleh Korlap Aksi, Aju Mafinanik melakukan aksi demo damai di Halaman Kantor Bupati Sorong (13/9). Dalam aksi tersebut Kapolres Sorong dan Wakil Bupati Sorong, Suka Hardjono, S.Sos,.M.Si melakukan mediasi dengan para pengunjuk rasa dan menyampaikan bahwa Bapak Bupati sedang berada di luar Kota dan sebaiknya para pekerja datang lagi di lain waktu. “Nanti apabila bapak bupati sudah ada di tempat kami akan melaporkan permasalahan ini dan sesegera mungkin membuat undangan resmi supaya kita bisa duduk bersama. Dalam menyelesaikan permasalahan ini kita harus menghadirkan presiden direktur PT. Hendrison Inti Persada (PT.HIP) supaya dalam pertemuan kali ini ada keputusan”. Wakil Bupati menambahkan bahwa pertemuan kemungkinan akan dilaksanakan hari senin, 16 September 2019, dengan mengundang Presiden Direktur PT. Hendrison Inti Persada (PT.HIP), Kapolres Sorong, Dandim Sorong, dan pihak lainnya yang berkaitan.

“Semenjak adanya pengalihan saham para karyawan tidak diberikan haknya. Jadi kami merasa dijajah ulang. Kemerdekaan itu sudah ada, tapi khusus di kelapa sawit ini kami merasa dijajah” ujar pegawai Klinik PT HIP, Diana. “Lalu kita kerja satu hari dibayar 93 ribu, tapi kalo tidak kerja satu hari dipotong 100 ribu. Rivaldo, Jenlap/Aliansi Mahasiswa Sorong Raya juga membenarkan pernyataan tersebut dan menambahkan kalau pemotongan justru lebih besar daripada pemasukan dalam satu hari. Selain itu jumlah gaji dalam satu bulan terakhir juga dipotong setengah, dari Rp.3000.000/bulan menjadi Rp.1.500.000/bulan karena dalam sebulan terakhir tidak kerja. Aliansi Mahasiswa Sorong Raya akan terus melakukan pendampingan kepada para karyawan PT HIP hingga kasus ini selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *