Menyambut Pekan Olahraga Nasional 2020

NusantaraResearch – PON atau Pekan Olahraga Nasional adalah ajang olahraga Nasional Indonesia yang diselenggarakan  setiap empat tahun sekali oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pekan Olahraga Nasional yang dimulai sejak tahun 1948 ini diikuti oleh seluruh Provinsi di Indonesia. Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama diselenggarakan pada tanggal 8 September 1948 hingga tanggal 12 September 1948 di Kota Solo dan diikuti oleh 600 atlet dengan 9 cabang olahraga. Pada tahun 2016 ini, akan diselenggarakan PON yang ke-19 di Kota Bandung dengan jumlah cabang olahraganya mencapai 44 cabang olahraga.

Daftar Tuan Rumah PON (Pekan Olahraga Nasional) Indonesia

Berikut ini adalah Daftar Tuan Rumah PON (Pekan Olahraga Nasional) Indonesia beserta tanggal penyelenggaraannya.

Kini, jadwal perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Laman antaranews.com, hari ini, mewartakan bahwa Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan bahwa aturan dipercepatnya penyelenggaraan PON sudah diwujudkan. “Perubahan mulai dilakukan setelah PON Papua 2020,” kata Staf Ahli Menpora Bidang Hukum Olahraga Samsudin. Pemandangan dari udara mengenai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia: Pembukaan Pekan Olahraga Nasional di Stadion IKADA pada tanggal 21 Oktober 1951.(AURI) “PON di Papua masih produk peraturan lama,” ujarnya. “Peraturan yang baru setelah di Papua nanti, tahun 2022,” lanjutnya. Gubernur Papua Diminta Lebih Aktif Menangani Persiapan PON.

 

Pada 2020 nanti, penyelenggaraan PON dilaksanakan di dua provinsi sekaligus. “Dilakukan di Aceh dan Sumatra Utara,” sambung Samsudin. “Nanti kita bagi cabang olahraganya di kedua provinsi,” imbuh Samsudin. Giliran Arena Aquatic yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua tahun 2020. (Kementerian PUPR) Kebijakan agar PON dilaksanakan dua tahun sekali sudah barang tentu, kata Samsudin, punya alasan. “Supaya, semua provinsi lebih cepat mendapatkan giliran,” katanya. Ia menambahkan, aturan PON empat tahun sekali itu dibuat ketika jumlah provinsi di Indonesia masih 27. “Sekarang kan sudah 34 provinsi,” ucap Samsudin. “Kalau kita laksanakan empat tahun sekali, berapa tahun provinsi yang ke-34 akan ketempatan PON?” katanya. Anggota DPR Papua Ireneus Liku Bolly berfoto di antara banner logo dan maskot PON XX 2020 yang baru diluncurkan Gubernur Papua Lukas Enembe, di Kantor DPR Papua.

Anggaran PON Sebagian besar masih dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Tapi, sebagian besar pemerintah daerah menyambut positif,” kata Samsudin. Selain itu, pelaksanaan PON dua tahun sekali juga didasari oleh akselerasi pembangunan infrastruktur di daerah-daerah. “Menjadi tuan rumah PON menjadi motivasi pemda mempercepat pembangunan infrastruktur,” katanya. Dengan akselarasi ini, lanjut Samsudin, akan terjadi proses percepatan pembangunan di berbagai bidang. “Sehingga, orang merasakan olahraga sebagai kemajuan ekonomi,” ucapnya. “Juga pelaksanaan kegiatan olahraga bisa dirasakan sebagai kemajuan infrastruktur di setiap daerah,” pungkas Samsudin. Saya minta tarian Seka bisa ditampilkan di pembukaan PON 2020 sehingga semua peserta nanti bisa ikut tarian Seka massal dan tarian seka bisa dikenal luas di seluruh Indonesia, kata Imam Nahrawi di Timika, Selasa (23/7/2019).

NL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *