Gerakan Pelajar Yogyakarta Menolak Segala Bentuk Represi dan Upaya Pembungkaman Hak Demokrasi

nusantararesearch – Pembungkaman terhadap hak-hak demokrasi dan Bentuk represifitas aparat terhadap aktivis terus terjadi, bahkan sampai memakan lima korban, yang dimana dua korban masih duduk di bangku sekolah, dua mahasiswa, dan satu masyarakat sipil umum.

Tak hanya itu, masih banyak kasus represifitas rezim Jokowi melalui aparatnya untuk membungkam hak-hak demokrasi seperti kasus penangkapan terhadap aktivis yang menyuarakan masalah Papua. Gerakan Pelajar Yogyakarta menyikapi hal tersebut dengan melakukan aksi di Bundaran UGM, Minggu (20/10/2019) Sore. Aci Kordinator Lapangan (KORLAP) aksi, mengatakan bahwa aksi ini untuk mengecam tindakan represif, kriminalisasi dan penembakan oleh aparat diberbagai daerah. “kami juga mengenang lima kawan kami yang gugur dalam aksi kemarin, dan juga represif-represif yang terjadi di daerah lain” Jelas aci disela-sela aksi kepada reporter matawarga. Aci menjelaskan, Aliansi Gerakan Pelajar Yogyakarta sendiri merupakan gabungan dari Lingkar Studi Pelajar Progresif (LSPP), Pelajar Progresif, Aliansi Pelajar Jogja, dan juga individu-individu. “Gerakan Pelajar yogyakarta merupakan komite pelajar yang tergabung dalam ARB (Aliansi Rakyat Bergerak)” lanjutnya

Dalam aksi tersebut, Gerakan Pelajar Yogyakarta membawa 10 tuntutan yang ditulis dalam Press Realesnya, sebagai berikut :
1. Menentang segala bentuk pembungkaman hak demokrasi dan tindak represif dari pemerintah melalui Mendikbud, Menristekdikti dan segenap apartus negara terhadap pelajar, mahasiswa dan segenap elemen masyarakat.
2. Menuntut keadilan bagi kawan-kawan kami yang menjadi korban dari tindak kekerasan dari apparat.
3. Menuntut pemerintah menangkap dan mengadili oknum aparat yang melakukan tindakan represi dan kekerasan kepada masyarakat yang turun aksi.
4. Membebaskan para aktivis pro-demokrasi.
5. Menuntut pemerintah segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
6. Menuntut pemerintah dengan segera mengatasi dan mengadili pelaku kebakaran hutan dan lahan dan mengungkap dalang serta orang-orang yang terlibat kepada public.
7. Mendesak presiden menertibkan PERPU terkait UU KPK dan UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan.
8. Merevisi pasal-pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP dan meninjau ulang pasal-pasal tersebut dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
9. Menolak RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU Kamtan Siber, dan RUU Minerba.
10. Tuntaskan kasus pelanggaran HAM dan HAM berat serta adili penjahat HAM.

Aksi mereka dilakukan dengan konsep mimbar umum, terlihat para pelajar yang hadir secara bergantian melakukan orasi, dan juga ada yang membacakan puisi hingga ada juga yang tengah melukis wajah randi dan akbar.

Gerakan Pelajar Yogyakarta menutup aksi mereka dengan menyalakan lilin bersama dan diiringi lagu darah juang untuk mengenang kelima kawan yang telah gugur. (TOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *