Akademisi: Mahasiswa Jangan Terburu-Buru Dalam Bergerak, Matangkan Konsep yang Kontekstual

Menghadapi beberapa isu politik yang saat ini sedang santer terdengar di pemerintah pusat, mahasiswa diharapkan dapat memilih isu yang tepat dan membuat konsep yang jelas untuk melakukan sebuah gerakan. Melalui pertemuan yang dilakukan oleh Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu, Heri Supriyanto, M.Si pasca kegiatan Dialog Publik yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Hima-KS) pihaknya menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar selalu mengusung isu yang tepat, konstektual dengan wilayahnya, selanjutnya buat konsep yang sesuai.

Kita jangan anti terhadap demo dan pergerakan mahasiswa, tapi perlu kita liat dulu apa konsep dan bagaimana konteks demo tersebut terhadap kondisi lingkungan kita saat ini. Jangan sampai kita hanya terbawa oleh suasana di pusat namun ternyata isu tersebut tidak sesuai dengan kondisi kita yang ada di dearah. Termasuk dalam pembahasan Omnibus Law, kita di daerah juga harus mampu melihat dan memilah apa yang harus kita lakukan bersama.

Dalam menyikapi fenomena Omibus Law yang beredar saat ini, diharapkan mahasiswa melakukan kolaborasi dengan pihak akademisi seperti dosen maupun pakar lainnya. Sehingga kajian dan diskusi yang dilakukan untuk menentukan suatu sikap dan membuat gerakan tersebut memiliki bobot karena sudah melewati tahap pemikiran yang matang dan menyeluruh. Kontribusi dosen, akademisi, dan pandangan para pakar lainnya itu merupakan suatu hal yang penting untuk membantu merancang dan mendesain sebuah konsep untuk disampaikan secara luas termasuk dalam pembahasan Omnibus Law tersebut agar melibatkan banyak pihak dulu dan tidak terburu-buru dalam melakukan sebuah gerakan.

Pihaknya berharap agar para mahasiswa bisa membiasakan untuk melibatkan akademisi dan para pakar untuk bisa seiring dan sejalan dengan apa yang akan disampaikan dalam sebuah gerakan. Namun demikian bukan berarti mahasiswa harus terus sejalan dengan para akademisi tersebut, namun kiranya pandangan para akademisi tersebut bisa memperbaiki narasi dan redaksi yang salah sehingga tidak ada kesalahpahaman di masyarakat.

Selanjutnya Sindra Abdul Yasier sebagai Ketua Umum Hima-KS UNIB menambahkan bahwa mahasiswa itu harus berkomitmen untuk tetap menjaga kedamaian dan keamanan lingkungan. Termasuk pada fenomena dan isu yang sedang dihadapi saat ini, mahasiswa kiranya bisa bersikap dewasa dalam bersikap sehingga bukan justru menjadi pihak yang memperkeruh suasana. (Bks)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *