Saatnya Pemuda Indonesia Realisasikan Ekonomi Pancasila

Bandar Lampung – Pemuda Indonesia merupakan pondasi utama terwujudnya nilai-nilai Pancasila yang kita ketahui sebagai dasar negara mengandung makna bahwa nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi dasar atau pedoman bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Politikus Muda AMPG, Reri Pambudi menerangkan bahwa generasi muda harus menjaga eksistensi Pancasila dan menjadi kewajiban kita menjaga nilai luhur. Pemuda Indonesia juga harus berupaya menjadi intelektual ataupun cendekiawan. Hal ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang berakhlak dan berjiwa kritis dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan Pancasila sangat berperan penting dalam membangun jiwa nasionalis dan bermoral karena butir-butir Pancasila mengandung makna mendalam sebagai pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya menghimbau untuk para pemuda Indonesia untuk pahami dan merealisasikan dari makna 5 sila Pancasila, karena kita para pemuda diembankan amanah dari para pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia yang melahirkan dasar negara kita Indonesia yaitu Pancasila. Karena saya yakin dikemudian hari kelak Indonesia dapat menjadi salah satu negara adidaya yang mewujudkan cita-cita ibu pertiwi.” jelasnya, di kediaman beliau, Bandar Lampung (2/6/2020).

Pemuda Indonesia harus tampil sebagai pemenang di masa sulit ini. Dia menyerukan masyarakat khususnya para pemuda tetap harus percaya dan mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan. Pemuda Indonesia harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi covid ini.

Diusulkannya usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM menjadi sektor usaha yang pertama dibuka setelah kondisi pandemi corona kondusif. Hal ini lantaran UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Pentingnya peran UMKM adalah sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil dan memberikan pemasukan devisa bagi negara.

Sedangkan pandemi corona telah menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan bagi 10-15 juta orang di seluruh Indonesia baik formal maupun informal.

Sehingga pemerintah harus mengambil kebijakan terbaik dalam kurun waktu singkat untuk menyelamatkan ekonomi disaat pandemi covid-19 ini dengan peringan beban UMKM di sektor perpajakan, pembinaan usaha, dan mempermudah perizinan dalam berusaha.

 

(AB/NusRes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *