Konten Injil Palsu dari Yahya Waloni akan Diblokir Polisi

Nusantara Research – Polri menyatakan akan berkoordinasi dengan Kemenkominfo untuk segera memblokir video-video ceramah Yahya Waloni yang tersebar di internet.

Diketahui, sejumlah ceramah Yahya Waloni dinilai bermuatan unsur penistaan agama sehingga dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya, ceramah yang menyatakan bahwa injil itu sebagai fiktif dan palsu.

“Iya (akan segera hapus dan blokir video Yahya Waloni), sama (seperti video dari Youtuber Muhammad Kece). Pasti Polri, Bareskrim berkoordinasi dengan Kominfo,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Jumat (27/8).

Polri, kata dia, akan melakukan analisis terhadap konten-konten yang tersebar itu. Kemudian, nantinya akan diusulkan ke Kemenkominfo untuk menurunkan video tersebut sebagai otoritas pemerintah yang memiliki wewenang di bidang tersebut.

“Pokoknya ada video-video yang membuat resah masyarakat, mengganggu kebinekaan, mengganggu persatuan, pasti akan dilakukan hal yang sama,” ucap dia.

Sebelumnya, kasus dugaan penodaan agama itu bergulir usai pria kelahiran Manado tersebut dilaporkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme ke Bareskrim Polri pada 27 April 2021.

Konten video tersebut diunggah akun YouTube Tri Datu yang turun dilaporkan. Yahya, menyebut kitab injil fiktif dan palsu. Polisi melakukan penyelidikan dan menetapkan Yahya sebagai tersangka pada Mei 2021.

Namun demikian, hal tersebut baru diumumkan ke publik usai Yahya ditangkap penyidik pada Kamis (26/8). Penetapan tersangka diumumkan polisi keesokan harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *