Pengamat Politik: Gibran Seharusnya Bisa Tolak atau Sarankan PDI Perjuangan Tak Pasang Baliho Puan Maharani

Nusantara Research – Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia menilai kepala daerah yang berasal dari partai politik dapat menolak permintaan untuk pemasangan baliho.

Menurutnya, hal itu juga dapat dilakukan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Putra Presiden itu seharusnya dapat menolak permintaan PDI Perjuangan untuk memasang baliho Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani.

Gibran sebelumnya disebut mengakui memesan baliho bergambar Puan tersebut.

“Mestinya, siapapun kepala daerah dari PDI-P termasuk Gibran, menolak pemasangan baliho yang akhirnya menjadi polemik,” kata Ujang saat dihubungi Kompas.com, Senin (9/8/2021).

Menurut dia, Gibran seharusnya dapat memberikan saran kepada DPP PDI Perjuangan untuk

“Mestinya, Gibran juga memberi saran pada PDI-P, agar tak memasang baliho Puan di tengah-tengah masyarakat yang sedang sekarat karena Covid-19,” tegasnya.

Kendati demikian, hampir semua partai akan melakukan langkah serupa dengan instruksi atau perintah dari DPP. Jadi tak hanya PDI Perjuangan.

“Semua partai akan menggunakan cara yang sama terkait pemasangan baliho-baliho, yaitu memerintahkan pada kader-kader di daerah termasuk yang sedang menjabat kepala daerah untuk memasang baliho,” jelasnya.

“Itu perintah partai, jadi Gibran bisa saja tunduk dan patuh pada instruksi partai,” tambah dia.

Namun, Ujang mengingatkan kepada seluruh partai politik beserta elite untuk fokus terhadap penanganan Covid-19. Ia berpendapat, masyarakat hanya butuh makan dan sama sekali tidak membutuhkan baliho di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19.

“Rem dulu pemasangan-pemasangan baliho tersebut. Stop dulu pajangan-pajangan baliho Puan tersebut. Karena saat ini, rakyat tak butuh baliho, tapi butuh makan,” pinta Ujang.

Menurut pemilik Gage Design Bambang Nugroho, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming termasuk salah satu kader kepala daerah asal PDI-P yang memesan baliho dan billboard Puan Maharani “Kepak Sayap Kebhinekaan”.

“Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan wakilnya, Teguh Prakosa ikut memesan pemasangan billboard Puan Maharani,” ungkap Bambang dalam keterangannya, Senin.

Ia menyatakan, Gage Design yang berbasis di Solo ini terlibat dalam pemasangan baliho dan billboard Puan Maharani untuk 201 titik di Solo dan sebagian daerah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Aceh, dan Sumatera Barat.

Diketahui bersama, baliho Puan Maharani tengah menjadi polemik di masyarakat karena dipasang di tengah kondisi masyarakat yang sedang krisis akibat pandemi.

Banyak masyarakat bahkan politisi partai lain yang menilai bahwa Puan terkesan tak sensitif terhadap penderitaan rakyat dengan pemasangan baliho tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *